Outsourching Oh nasibmu



Tenaga Outsourching oh nasib, suatu dilema yang sangat terasa di negara tercinta kita ini, Memeras pekerja dan membuat makmur pengusaha. Itulah potret outsourcing di Indonesia. Padahal jika diterapkan dengan sistem yang baik seperti dinegara lain, outsourcing semestinya tidak akan membuat pekerja menderita. belum lagi tanggung jawab mereka yang sangat tidak setara dengan gaji yang dia terima. Di tempatku bekerja perbandingan outsourching dengan karyawan tetapnya saja malah banyak outsourchingnya, padahal kalau mau diadu ilmu (pede nih) aku yakin karyawan tetapnya kalah jauh dibanding tenaga outsourching



Posting ini terinspirasi dari tempat kerjaku, dan teman-teman seperjuangan (read =sesama outsourching/buruh berpendidikan) yang mulai mengeluh karena kontrak kerjanya sebentar lagi akan berakhir, berita ini kayaknya bukan hanya isu belaka, sebab perusahaan ini ada pergantian management, so pasti kontrak2 banyak perubahan dan revisi, dan system dari PT temenku udah gak dipake lagi oleh perusahaan ini dan digantingan dengan system baru, otomatis PT tersebut secara kasar akan memecat pekerjanya karena sudah tidak dipakai oleh perusahaan yang selama ini bekerja sama. Trus bagaimana nasib mereka, ditengah tambah parahnya perokonimian kita dengan naiknya BBM beberapa bulan lalu, dan masih sulitnya lapangan kerja, akankah itu juga terjadi pada diriku sendiri…??yang juga sama2 tenaga outsourching……………

Sabar kawan2ku, tunjukkan kalian itu mampu, tetap semangat walau kontrak kalian sudah tinggal sekitar 5 bulan lagi. udah ah jadi sedih nich.

Anda setuju atau tidak dengan outsourcing?silahkan diskusi atau beri komen