Bisa dibilang review bisa juga tidak


Tadi sekitar jam 7 malam sehabis pulang kantor iseng-iseng saya mampir ke rental VCD/DVD ultradisk, untuk menyewa film. Sebenarnya saya tidak begitu maniak dengan film, jadi tidak tahu film-film layar lebar yang bagus-bagus, apalagi yang sampai masuk nominasi, hanya untuk hiburan dirumah saja mumpung besok libur kerja
Setelah mencari-cari film, mata saya tertuju ke salah satu film indonesia yang berjudul sepuluh. Dikarenakan pada sampul DVD tersebut tertulis 4 Nominasi Film Bandung 2009 diantaranya Best Director, Best Original Screenplay, Best Actress, dan Best Supporting Actress. Setelah saya baca-baca sinopsisnya dibalik DVD itu, kok kayaknya bagus, mengangkat kisah kehidupan anak jalanan Jakarta, yang juga diangkat dari kisah nyata. Tanpa pikir panjang langsung saja saya ambil dvd itu karena DVD itu hanya tinggal satu takut keduluan sama orang lain, hehehehehehe.
Dan ternyata cerita film sepuluh sangat bagus,rugi kalau tidak menonton atau hanya baca review-reviewnya saja karena beda dari film-film layar lebar lainnya, sang sutradara Henry Riady yang masih berumur 19Tahun memberi warna lain pada Perfilman di Indonesia, dia telah berhasil mengolah film ini menjadi sebuah film yang menggugah rasa kemanusiaan.
Sebelumnya maaf saya tidak bakat dalam urusan ngereview jadi jangan dicela jika hasil review film sepuluh ini tidak sesuai harapan, saran saya lebih baik menonton sendiri filmnya daripada membaca review film sepuluh dari blog ini, hehehehehe.

Film ini menceritakan seorang ibu mantan Narapidana Narkoba yang dijebak suaminya yang seorang pecandu adalah tukang cuci yang bernama Yanti (Rachel Maryam) yang mencari seorang putrinya yang bernama maria yang hilang/dijual suaminya kepada Dargo (August Melasz), yang berprofesi sebagai bandar narkoba dan merupakan preman sekaligus bos dari pengamen dan anak jalanan kawasan itu 10tahun yang lalu. Ari Wibowo yang berperan sebagai Thomas seseorang yang kaya raya mantan pacar yanti adalah seorang ayah dari david. Setelah menjalani masa tahanan Yanti berusaha membangun hidupnya kembali. Dia terus berusaha mencari putrinya, sampai akhirnya dia mengenal Mongki (Yofana) gadis cilik yang dijadikan pengemis dan pengamen oleh Dargo.
Kedekatannya dengan Mongki menjadikan penawar rindu kepada putrinya yang bernama maria, kedekatannya dengan Mongki inilah yang membuat Yanti akhirnya tahu exploitasi anak dan penjualan organ illegal yang dilakukan oleh Dargo. ............................
Cukup ah review singkat tentang film supuluh ini, biar para pembaca pada penasaran dan ingin menonton sendiri filmnya. Isilah titik diatas setelah anda menonton film ini. Demi Allah saya tidak dibayar untuk membuat review ini...meniru iklan Sujiwo Tedjo
Selain ceritanya yang menarik ternyata salah satu blogger yang cukup saya kenal juga membintangi film Layar lebar tersebut sebagai kakak dari Yanti, ya siapa lagi kalau bukan mbak tyas (Yani), ya walaupun bukan sebagai pemeran utama dan munculnya hanya sebentar diawal-awal ketika Yanti dirumah sakit sehabis kecelakaan, sewaktu Yanti masuk Tahanan, setelah keluar dari tahanan dan diakhir film sewaktu Thomas memberikan pidato Penganugerahan Beasiswa Untuk Anak Jalanan, namu saya sangat salut dengan aktingnya dia bisa menjiwai akting tersebut. Selamat ya mbak

Pesan moral yang saya dapatkan dari film ini adalah tentang tema-tema sosial diantaranya
Jauhi Narkoba, Exploitasi anak, perdagangan organ secara illegal dan kepedulian kita khususnya kepada para pengemis dan anak jalanan
Ya segini dulu review amburadul film layar lebar sepuluh ini, semoga saya kedepannya bisa meriew lebih amburadul lagi eh lebih baik lagi.
Ada yang kelupaan untuk mendownload lagu-lagu ipang dari OST Sepuluh silahkan klik link dibawah ini
Tak Ada Gantinya
Kau Harus bicara
Sepuluh