May 26, 2013

Memaster Cendet/Pentet yang Efektif

Sunday, May 26, 2013 Oleh dennis sistiawan ·
Labels:

Setelah tulisan terdahuluku tentang merawat cendet/pentet/toet anakan kali ini, saya akan mencoba share cara memaster cendet yang efektif, Maaf terlambat update hasil masteran cendet ini, dikarenakan anakan cendet yang aku master dulu telah wafat, entah dimakan kucing atau tikus, yang jelas kurungannya hancur, dan hanya tersisa bekas bulu-bulu burung saja.

Mangkanya aku coba lagi merawat lagi cendet dari lolohan, mulai belajar kasih makan, sampai saat ini berumur sekitar 4 bulan, alhamdulillah hampir semua masteran yang aku isikan berhasil dibawakan, hanya tinggal isian kenari dan lovebird belum masuk.

Memaster burung khususnya burung berkicau, paling bagus memang mulai dari dini (dari anakan=red) sebab, burung tersebut masih belum terisi suara-suara dari sekitar, jadi lebih gampang memasternya, walaupun cepat tidaknya hasil pemasteran tergantung dari tingkat kecerdasan dari burung tersebut, jadi jika kita memelihara dari anakan kita harus sabar dan telaten dalam merawat dan memaster burung peliharaan kita dan jangan menyerah.

Dalam memaster burung khususnya cendet, untuk burung lain saya kira hampir sama, syarat utama suara master sebisa mungkin pelan yang penting terdengar oleh burung yang akan dimaster, karena sudah saya coba memaster dengan suara kenari yang mungkin bagi burung terlalu bising malah yang masuk suara ciblek yang setiap pagi-sore terdengar di halaman rumah, dan kalau bisa burung dikerodong (biar di full mendengarkan dan tidak terganggu aktifitas yang terjadi diluar, menurut pengalamanku memaster cendet  milikku lho ya.

Berdasarkan logika dan insting pemula, selain faktor kecerdasan burung, dan volume suara master, 3 hal yang tak kalah pentingnya adalah :

PERTAMA : logikanan burung seperti bayi manusia, saat anda mengajari bayi untuk berbicara tidak mungkin anda akan langsung mempelajari si bayi membaca pastilah perkata/dieja. Sama seperti burung, usahakan salah satu suara burung master itu masuk dulu (berhasil disuarakan oleh siburung) baru kita menambah dengan master lain. contoh jika kita ingin memaster kenari dan gereja (usahakan kenari dulu terus diperdengarkan sampai dia bisa mungkin butuh paling lama 1 bulanan) baru ditambah suara master burung gereja.

KEDUA : Jeda diantara masteran, buatlah jeda sekitar 2-5 menit dalam setiap masternya, bisa mendownload suara jeda yang banyak ditemui di internet. Contoh misal kita memaster kenari yang suara masternya kira-kira 1menit, coba edit suara master tersebut tambahkan jeda 2-5 menit menggunakan software audio editor (aku menggunakan wavepad sound editor untuk menggabungkan atau ngemix suara masteran)

KETIGA : yang tak kalah pentingnya, adalah suara  alam, misal suara hutan, hujan, alam, desiran ombak, atau gemerincik air yang dijadikan backsound suara masteran itu, dengan adanya backsound ini mungkin si burung berpikiran dia sedang berada dialamnya. pengalamanku ditambah backsound tidak sampai seminggu cendet bisa menirukan suara master yang aku berikan.

Untuk menghindari cendet remaja miyik lagi bunyi kek...kek...kek, sambil memainkan sayapnya jika melihat orang, jika anda punya lebih dari satu cendet anakan jangan pernah mengumpulkannya, karena cendet remaja pasti akan kembali miyik, mungkin karena mentalnya belum stabil, ini terjadi pada cencetku sewaktu aku coba latber di tempat teman yang punya anakan cendet. Padahal waktu digantang cendetku anteng, walaupun ngeriwiknya masih jarang. tapi sesampainya dirumah sampai tulisan ini dibuat, cendetku miyik lagi. Ya itu sedikit sharingku tentang memelihara dan memaster burung cendet.

[+/-] Selengkapnya...

May 19, 2013

New Java Security Warning

Sunday, May 19, 2013 Oleh dennis sistiawan ·
Labels: ,

Jika Anda mengakses situs/web berbasis java pada PC, Anda mungkin menerima peringatan keamanan (Security Warning) saat mencoba untuk menggunakan fitur tertentu. Misal membuka Web Aplikasi Online PPOB dari Interlink yang beralamat http://loket.interlink.com, Padahal sebelumnya normal,
Pesan peringatan tersebut adalah :

 "Java has discovered application components that could indicate a security concern. Contact the Aplication Vendor to ensure that it has not been tampered with."
Anda akan ditanya"Block potentially unsafe components from being run" (lihat gambar dibawah), jika anda pilih Yes, fungsi yang Anda sedang berusaha untuk digunakan akan dinonaktifkan dan gagal untuk berjalan dengan baik.


Kesalahan ini adalah hasil dari fitur keamanan dirilis awal dalam versi Java untuk PC, Kemungkinan PC anda sudah diupdate versi terbaru dari java, Bagi banyak user/orang, tamplian peringatan keamanan seperti gambar diatas yang selalu muncul saat membuka web merupakan gangguan. Untuk itu jika anda yakin web yang akan anda buka itu aman dan tidak ingin lagi melihat tampilan security warning yang mengganggu ini, silahkan ikuti langkah-langka berikut ini.


  • Buka Control Panel Java dengan pergi ke Start Menu> Control Panel> Java Control Panel.
  • Klik pada tab Advanced.
  • Klik pada "Security."
  • Klik pada "Mixed Code (sandboxed vs. trusted) security verification."
  • Pilih dari salah satu dari dua pilihan berikut :
  1. Enable – hide warning and run with protections: Ini akan menyembunyikan pesan peringatan dan menyebabkan Java untuk bertindak setiap kali seolah-olah Anda telah mengklik. "No.".
  2. Disable verification (not recommended): Ini akan menonaktifkan fitur keamanan baru sama sekali, dengan risiko bahwa Anda bisa menjalankan kode berpotensi tidak aman tanpa peringatan.

[+/-] Selengkapnya...

May 12, 2013

Botol air kehidupan

Sunday, May 12, 2013 Oleh dennis sistiawan ·
Labels:

Ada seorang anak, namanya Bambang. Usianya 7 tahun. Karena dia tinggal di kampung yang susah air bersih, maka setiap pagi, bersama Ibu dan kakak-kakaknya, mereka harus berjalan dua kilometer ke sumber mata air, mengambil air, membawa botol-botol besar. Bambang paling kecil, jadi dia hanya disuruh bawa botol yang muat 5 liter. Hanya itulah beban yang harus dibawanya. 5 liter. Karena memang paling mentok botol itu cuma muat 5 liter, kalau ditambah, airnya pasti luber. Berjalan melewati padang rumput kering, jalanan setapak berbatu, tanpa alas kaki, Bambang membawa botol air itu, susah payah. Berat untuk anak seusianya. Tangannya pegal, kapalan.

Dua tahun berlalu, usia Bambang 9 tahun. Kali ini tentu saja botol 5 liter itu terasa ringan, karena dia sudah terlatih bertahun2. Maka Ibunya mengganti botol itu dengan botol air yang muat 8 liter. Bambang naik tingkat. Lagi-lagi diawalnya terasa melelahkan, berat. Tapi Ibunya tahu persis, Bambang pasti bisa. Toh, isi botol itu tidak akan pernah lebih dari 8 liter, karena kapasitasnya memang 8 liter, diisi lebih, pasti luber. Mulailah Bambang membiasakan diri dengan beban baru. Tantangan baru.

Begitu seterusnya, usia 11 tahun, usia 15 tahun. Bambang terus menapaki level lebih tinggi, hingga akhirnya dia bisa membawa botol air lebih berat dibanding Ibunya sendiri, dibanding orang dewasa lainnya. Bambang terbiasa.

Tulisan ini tentu saja tidak akan membahas kesulitan hidup keluarga Bambang. Itu hanya ilustrasi. Karena memang begitulah ilustrasi kehidupan ini, kita selalu diuji dengan beban kehidupan. Manusia akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan sebagainya. Itu ditulis dalam kitab suci. Keniscayaan. Tapi juga ditulis dalam kitab suci, bahwa Allah tidak akan memikulkan beban kepada seseorang di luar batas kemampuannya.

Kita semua hidup dengan botol air masing-masing. Maka beban tersebut tidak akan pernah melebihi kapasitas botol tersebut. Pasti. Itulah beban hidup kita. Yang baru tertatih belajar, memahami, diberikan botol air dengan kapasitas yang tepat. Yang sudah tangguh, kuat, diberikan botol air dengan kapasitas yang tepat juga.

Tapi kenapa kadang beban itu terasa beraaat sekali? Karena memang cobaan itu berat, bukan? Janji itu kan menulis: sesuai kapasitas kita. Tidak bilang akan ringan. Jadi kalau memang beraaat sekali, maka berarti Allah menganggap kemampuan kita sudah pantas untuk menanganinya. Sungguh perhitungan Allah tidak akan keliru. Toh, perhitungan Ibu Bambang saja tidak keliru, apalagi perhitungan pemilik semesta alam. Jadi jangan pernah berputus asa, berburuk sangka, apalagi berpikiran pendek mencari jalan pintas. Yakinlah, sama seperti si Bambang, botol air yang kita bawa sudah pas benar dengan kemampuan kita. Kalau dipaksa melebihi kapasitas isi airnya, dia akan luber keluar sendiri. Maka, dengan terus bersabar, terus berlatih, semua akan terasa lebih ringan. Dan kita siap dengan kapasitas botol air baru yang lebih besar.

Hati itu memang seperti lapangan, atau juga seperti kontainer. Kejadian di sekitar kita, ujian, cobaan, keseharian adalah jalan untuk terus membuatnya lapang hingga bisa meletakkan banyak beban, atau membuatnya semakin besar, agar bisa masuk seluruh kesedihan, kesusahan hidup. Siapa orang yang paling lapang hatinya? Tentu saja bukan penulis seperti saya--yang terlanjur memang terbiasa bersilat kata. Orang yang paling lapang hatinya adalah kalian. Kalian semua. Orang-orang yang telah melewati banyak beban kehidupan. Bersabar dan terus bersabar. Pun bahkan bagi seorang remaja, yang meski usianya baru 15 tahun, kita tidak tahu beban kehidupan apa yang telah dia lewati (masalah keluarga, sekolah, dsbgnya), boleh jadi hatinya lebih lapang dibanding orang dewasa lainnya.

Jadi jangan bersedih atas masalah yang kita hadapi. Lewati saja. Percayalah janji Allah. Setapak demi setapak. Selangkah demi selangkah. Persis seperti Bambang yang tertatih membawa botol airnya pulang ke rumah. Kita pasti berhasil. Mungkin demikian.

copas langsung dari note facebook darwis tere liye

[+/-] Selengkapnya...

Recent Post

follow me on twetter